Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2016

Kamu Muslim Yang Menonton Acara ini Segera Perbarui Lagi Syahadat Anda - Ini Dia Sebabnya !!!


Kamu Pasi pernah nonton Film ini kan ?? 
Film seri dari India yang waktu ini populer di tv berjudul ‘Uttaran’ patut mendapat perhatian. Pasalnya, banyak pada antara masyarakat Indonesia yg notabene beragama Islam, terpengaruh dengan norma berucap kalimat ‘Bantu Kami dewa’ atau ‘Hanya Dewa yang memahami Akhirnya’, yang dampaknya tentu saja, membahayakan akidah serta keimanan sebagai seseorang muslim.

Dalam Islam tegas melarang untuk menyembah dan menyeru meminta pertolongan pada selain Allah, Tuhan sekalian alam. Buat itu, apabila anda pernah bahkan tanpa sengaja maupun disengaja, mengucapkan kalimat tadi, hendaklah memperbaharui lagi syahadat.

Cara memperbaharui iman
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperbaharui iman seseorang, diantaranya adalah:.
Pertama , dengan selalu mengucapkan laa ilaaha illallaah. Sebagaimana sabda rasulullah: “Perbaharuilah iman kamu, beliau ditanya: “bagaimana kami memperbaharui iman kami, beliau menjawab: “perbanyaklah mengucapkan kalimat laa Ilaha Illallah. “ (HR. Ahmad )

Silakan bagikan ini lantaran contohnya yg anda lihat pada facebook juga twitter, banyak sekali yang keceplosan ikut-ikutan latah berucap kata-istilah ‘tolong kami Dewa’. Dengan begitu semoga kita terhitung menerima kebajikan yg banyak karena menyelamatkan akidah, setidaknya ikut andil pada berusaha saling ingat-mengingatkan.

Selasa, 15 Maret 2016

FOTO:Pegawai McDonald Suapi Makanan Pelanggannya yang Cacat Bikin Haru Netizen


Foto yang satu ini bisa bikin hati kamu meleleh lho: seorang pegawai McDonald suapi makanan pelanggannya yang cacat.

Aksi pegawai McDonald suapi makanan pelanggannya yang cacat itu terjadi di Chaozhou, Pingtung, Cina. Aksi si pegawai, difoto oleh pelanggan lainnya, bernama Li Ting.

Karena terharu melihat perbuatan terpuji si pegawai, Li Ting, mengunggah foto yang diambilnya ke dalam media sosial, seperti Facebook dan Twitter.

"Suatu hari saya pergi ke McDonald untuk makan malam. Saya melihat adegan ini dan saya sangat tersentuh," kata Li Ting yang dikutip dari laman metro.co.uk.

"Si pegawai sangat memperhatikan pelanggannya yang cacat. Pegawai membantu pelanggan untuk menggigit burger," Li Ting melanjutkan.

Foto yang diunggah Li Ting ke media sosial, langsung mendapatkan respon dari para netizen. "Ini adalah seorang lelaki muda dengan masa depan. Saya salut," kata netizen bernama Li Hong Ren.

Sementara itu, juru bicara McDonald, mengatakan bahwa insiden mengharukan ini terjadi pada 2 Maret, sekitar pukul 11 malam.

Namun, juru bicara McDonald tidak mengatakan siapa nama pegawai berhati mulia tersebut. Pihak McDonald hanya mengatakan kalau si pegawai baru berusia 19 tahun, dan berstatus mahasiswa. Dan dia sudah bekerja selama dua tahun di McDonald.

Jumat, 29 Januari 2016

Presiden Korea Utara: Terorisme Hanyalah Kedok Amerika Untuk Gulingkan Negara Islam

KlikBerita.me - Presiden Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, meledek laporan tahunan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang mengklaim Amerika sebagai negara penjamin kebebasan berkeyakinan di dunia.

Kim Jong-un dengan tegas menyebut AS munafik, karena AS justru pihak yang paling bertanggung jawab atas ketidakstabilan situasi dunia dengan terus mengganggu negara-negara muslim.

”Mantan Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld dan para pemimpin negara lain mengejar kebijakan yang bertujuan menggulingkan pemerintah di negara-negara Islam dengan dalih memerangi terorisme,” tulis kantor berita KCNA, Kamis (31/7), mengutip pernyataan pemerintah Korut.

Pemerintah Korut juga mengecam Washington yang selalu mengkritik Pyongyang dalam berbagai laporan yang bertujuan mengisolasi Korut di panggung internasional.

”Upaya untuk merusak Korut dengan fitnah adalah tindakan tidak masuk akal dengan menuduh di Korut tidak ada kebebasan beragama. Itu benar-benar tidak masuk akal, Sepenuhnya, kami menjamin kebebasan berkeyakinan setiap warga negara.” bunyi pernyataan pemerintah Korut.

Reaksi Korut itu sebagai respons laporan tahunan Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Perburuhan Departemen Luar Neger AS yang berjudul ”International Religious Freedom Report for 2013”.

Laporan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, John Kerry pada briefing khusus pada tahun 2013 lalu.

Dalam isi laporan tersebut, Amerika menuduh Korut, Iran, China, Arab Saudi, Bahrain, dan Sudan tidak memberikan jaminan kebebasan berkeyakinan terhadap warganya.

sumber: www.b-erita.com